Batam APP — digital branding untuk UMKM dan perusahaan, dilayani BRO Putra
BUSINESS AUTOMATION — BATAM & KEPRI

Pengen Semua Otomatis dan Saling Terhubung?

Kita bantu menghubungkan pekerjaan, aplikasi, data, notifikasi, approval, dan laporan supaya proses yang berulang bisa berjalan otomatis. Karyawan dan Bos tinggal fokus pada pekerjaan yang membutuhkan keputusan.

FITUR UTAMA

Masih Ada Pekerjaan yang Sama Dilakukan Setiap Hari?

Copy data, rekap laporan, kirim notifikasi, input form, cek status, follow-up customer, sampai memindahkan data antar aplikasi. Kalau prosesnya berulang dan aturannya jelas, kemungkinan besar ada bagian yang bisa diotomatisasi.

Kerja Manual Berulang

Team masih melakukan pekerjaan yang sama berkali-kali setiap hari atau setiap minggu.

Aplikasi Tidak Saling Terhubung

Data sudah ada di beberapa tools, tetapi masih harus dipindahkan atau diinput ulang secara manual.

Banyak Waktu Habis untuk Follow-up

Karyawan harus mengingat deadline, mengecek status, mengirim pengingat, dan meminta update satu per satu.

Dari Banyak Tools Menjadi Satu Alur Kerja

Tidak harus membuang tools yang sudah digunakan. Kita lihat dulu bagaimana data dan pekerjaan berpindah dari satu proses ke proses berikutnya, lalu hubungkan bagian yang memang perlu otomatis.

💬 Bahas Proses yang Mau Diotomatisasi
Dari Banyak Tools Menjadi Satu Alur Kerja
FITUR UTAMA

Apa yang Bisa Kita Otomatiskan?

Kita mulai dari pekerjaan yang paling banyak memakan waktu dan paling mudah dibuat terukur.

Form & Data Entry

Data dari form dapat diteruskan otomatis ke database, spreadsheet, CRM, atau sistem lain tanpa input berulang.

Notifikasi & Reminder

Kirim pemberitahuan otomatis ketika ada task baru, deadline, approval, customer baru, atau kondisi tertentu.

Assignment & Workflow

Data atau pekerjaan dapat otomatis diberikan kepada PIC berdasarkan aturan yang sudah ditentukan.

Approval & Persetujuan

Membuat alur pengajuan dan persetujuan yang lebih jelas tanpa harus mengejar approval lewat chat.

Rekap & Reporting

Data dari beberapa sumber dapat dikumpulkan dan disiapkan menjadi rekap atau laporan secara otomatis.

AI dalam Workflow

AI dapat ditempatkan di titik tertentu untuk klasifikasi, rangkuman, ekstraksi informasi, drafting, atau membantu proses yang membutuhkan analisis.

Cara Kerjanya Sederhana

Kita tidak mulai dari aplikasi. Kita mulai dari pekerjaan yang ingin dibuat lebih sederhana.

  1. Ceritakan

    Ceritakan pekerjaan manual yang paling sering dilakukan team dan bagian mana yang paling banyak menghabiskan waktu.

  2. Petakan

    Kita lihat alur kerja, tools, data, PIC, aturan, approval, dan output yang dihasilkan.

  3. Tentukan

    Kita pilih proses yang paling masuk akal untuk diotomatisasi berdasarkan dampak dan tingkat kompleksitasnya.

  4. Hubungkan

    Tools dan data yang dibutuhkan dihubungkan menjadi satu workflow yang berjalan sesuai aturan.

  5. Pantau

    Workflow diuji, dipantau, dan dikembangkan supaya otomatisasi tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah semua pekerjaan bisa dibuat otomatis?

Tidak semuanya. Pekerjaan yang membutuhkan keputusan, kreativitas, negosiasi, atau pertimbangan manusia tetap membutuhkan manusia. Kita fokus mengotomatisasi proses yang berulang dan memiliki aturan yang jelas.

Apakah harus mengganti semua aplikasi yang sekarang dipakai?

Tidak. Kalau tools yang ada masih cocok, kita bisa mulai dengan menghubungkan tools tersebut dan memperbaiki alurnya.

Apakah WhatsApp bisa masuk ke workflow otomatis?

Bisa untuk kebutuhan tertentu, tergantung proses dan integrasi yang tersedia. Misalnya notifikasi, lead, customer service, follow-up, atau informasi status.

Bisa menggunakan AI juga?

Bisa. AI dapat menjadi bagian dari workflow untuk pekerjaan seperti klasifikasi, rangkuman, ekstraksi data, drafting, dan bantuan analisis.

Apakah otomatisasi cocok untuk perusahaan kecil?

Bisa. Justru proses yang sederhana dan berulang dapat menjadi kandidat yang bagus untuk otomatisasi sejak awal.

Bagaimana menentukan pekerjaan mana yang harus diotomatisasi dulu?

Kita lihat frekuensi, waktu yang terbuang, risiko kesalahan, jumlah orang yang terlibat, dan dampaknya terhadap bisnis. Dari situ kita prioritaskan proses yang paling masuk akal.

Apakah setelah otomatis dibuat, team tidak perlu memantau lagi?

Tetap perlu monitoring. Otomatisasi yang baik memiliki log, notifikasi error, dan mekanisme pengecekan supaya team tahu jika ada proses yang gagal atau membutuhkan keputusan.

Kurangi Kerja Manual. Biarkan Team Fokus pada Keputusan.

Kalau Bos melihat ada pekerjaan yang setiap hari diulang, data dipindahkan berkali-kali, atau team terlalu banyak waktu untuk follow-up, ceritakan prosesnya. Kita lihat mana yang bisa dibuat otomatis dan saling terhubung.

💬 Cerita Dulu Aja
Esc