RFP AI sering gagal bukan karena vendor-nya jelek, tapi karena scope internal belum jelas. Perusahaan membandingkan harga dan fitur — padahal yang dibutuhkan dulu adalah definisi workflow yang sama.
Empat dokumen minimum sebelum RFP
Daftar proses prioritas, definisi data sensitif, owner per workflow, dan metrik sukses pilot. Tanpa empat hal ini, vendor mengisi kekosongan dengan asumsi mereka — harga jadi sulit dibandingkan secara fair.
Peran saya di tahap ini
Workflow Discovery saya fasilitasi justru supaya RFP berikutnya spesifik: apa yang in-scope, apa yang tidak, dan siapa di perusahaan Anda yang accountable. AI adalah instrumen — bukan tujuan akhir RFP.

